Dapatkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Dari Budidaya Belut Super

Dapatkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Dari Budidaya Belut Super

Dapatkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Dari Budidaya Belut Super Dapatkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Dari Budidaya Belut Super
Budidaya Ikan - Dapatkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Dari Budidaya Belut Super - Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak absurd lagi dengan belut. Hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk ibarat ular ini digemari alasannya rasa dagingnya yang gurih. Belut boleh dibilang kondusif dikonsumsi oleh siapa saja, mulai dari belum dewasa hingga orang dewasa. Daging belut juga dipercaya sanggup menambah vitalitas badan manusia.

Selain di rawa-rawa, binatang air ini banyak ditemukan di sawah atau kali (sungai). Lantaran peminatnya cukup banyak, pasokan belut tidak cukup mengandalkan dari tangkapan alam. Makanya, belakangan banyak orang tertarik budidaya belut.

Salah satu varian belut yang mulai banyak dibudidayakan ialah jenis belut super. Berbeda dengan belut pada umumnya, belut super mempunyai ukuran lebih besar. Ukuran lingkar tubuhnya mencapai 6,5 cm dengan panjang sekitar 50 cm.

Herman Susilo, salah seorang pembudidaya belut super asal Malang, Jawa Timur, menyatakan, bobot tiga ekor belut super sanggup mencapai 1 kg. Belut ukuran jumbo ini banyak dicari pengusaha restoran dan makanan ringan. "Kalau tidak budidaya, susah sanggup belut super ini, padahal, pasarnya lebih menjanjikan," kata Herman.

Saat ini, Herman mempunyai lima bak lumpur daerah budidaya belut super. Setiap bak berukuran sekitar 2x5 meter. Dengan kontribusi pakan rutin, Herman sanggup memanen belut setiap tiga atau empat bulan sekali. Makara dalam setahun sanggup empat kali panen.

Saat panen, setiap bak sanggup menghasilkan 250 kg belut super. Harga setiap kilonya sekitar Rp 30.000-Rp 35.000. Dengan harga tersebut, omzet yang didapatnya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta setiap kali panen. Adapun keuntungan bersihnya sekitar 50 persen dari omzet.

Biaya produksi yang dikeluarkan lebih banyak untuk pembibitan. Setiap satu kg bibit belut super ini dijual seharga Rp 40.000. "Sementara pakannya lebih banyak pakan alami, ibarat kodok dan cacing," katanya.

Ia menghindari kontribusi pelet alasannya justru sanggup menghambat pertumbuhan belut. Selain budidaya belut hingga siap jual, belakangan ia juga mulai melayani penjualan bibit belut super.

Pemain lainnya ialah Prabowo dari Yogyakarta. Ia membudidayakan belut super semenjak 2010. Saat ini, ia fokus menjual bibit belut super seukuran 15-20 cm. “Karena kalau bibit setiap bulan sanggup pribadi jual, sementara kalau tunggu besar itu hingga tiga bulan,” ujarnya.

Bekerja sama dengan petani, ia membudidayakan belut ini di pinggiran sawah. Omzetnya dalam sebulan mencapai Rp 8 juta. Karena bekerja sama dengan pemilik sawah, keuntungan yang didapatnya hanya 20 persen-30 persen. "Jadi saya mengembangkan dengan pemilik sawah," ujarnya.

Budidaya belut super belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya seruan pasar, budidaya belut ini juga tidak sulit. Herman Susilo, pembudidaya belut super dari Malang, Jawa Timur bilang, hal utama yang mesti diperhatikan ialah kontribusi pakan.

Menurutnya, asupan pakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Ia menyarankan, sebaiknya belut super lebih banyak diberikan pakan alami, ibarat keong, katak, atau cacing ketimbang pakan buatan. "Pakan alami membantu pertumbuhan lebih cepat," kata Herman.

Dengan pakan alami, belut super sanggup lebih cepat dipanen alasannya pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat. Jika diberi pakan buatan, belut super gres sanggup dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan semenjak awal dipelihara. "Tapi dengan pakan alami sanggup panen setiap tiga hingga empat bulan," jelasnya.

Selain itu, kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah pakan kurang sanggup menjadikan terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, ia menyarankan kontribusi pakan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media bak lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Herman sendiri menggunakan media bak lumpur. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu menyiapkan kolamnya. Kolamnya sendiri tak perlu terlalu lebar. Cukup dengan diameter 2x5 meter sudah sanggup menampung 50 kilogram (kg) bibit belut. Saat panen, bibit sebanyak itu sanggup menghasilkan bobot 250 kg.

Setelah bak jadi, kemudian masukkan gedebok pisang dan jerami. Lalu masukkan pupuk sangkar untuk mempercepat pembusukan gedebok pisang dan jerami. "Ketika sudah membusuk sanggup jadi santapan suplemen belut," katanya.

Setelah pakan suplemen siap, kemudian lanjutkan dengan kontribusi lumpur kering. Setelah itu, masukkan air dengan kedalaman minimal 15 centimeter (cm). "Proses pembusukan gedebok pisang dan jerami terjadi sekitar dua ahad sesudah air masuk," jelasnya. Setelah terjadi pembusukan, maka benih siap dimasukkan.

Cara budidaya yang lain ialah menggunakan bubu yang ditaruh di sawah. Prabowo, pembudidaya belut dari Yogyakarta menggunakan cara ini. "Keunggulan cara ini tidak perlu lahan." ujarnya.

Kawin Silang Jenis Mas Koki Mata Normal Dan Mas Koki Mata Teleskop

Kawin Silang Jenis Mas Koki Mata Normal Dan Mas Koki Mata Teleskop

kawin silang mas koki bermata normal dengan mas koki mata teleskop yang murni akan menghasilkan keturunan pertama yang semuanya bermata normal. Hasil ini menunjukkan, bahwa gen (pembawa keturunan) mata normal lebih lebih banyak didominasi dibanding gen mata teleskop.

Jika antar-sesama turunan (inbreeding) pertama (F1) dikawinkan kembali, akan dihasilkan belum dewasa ikan mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan jumlah masing-masing tiga pecahan untuk mata normal, dan sebagian untuk mata teleskop.

Setiap ras mas koki mempunyai kekuatan (dominasi) gen yang berbeda, lantaran itu hasil yang akan diperoleh pada keturunan kedua (F2) tidak akan selalu berbanding 3 dan 1. Karena hasil persilangan antara crusian carp dengan maskoki mata teleskop, pada perkawinan antar keturunan F2 menghasilkan belum dewasa mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan 15 : 1.

Sedikitnya jumlah anak mas koki mata teleskop disebabkan lantaran pada crusian carp terdapat faktor penghambat timbulnya sifat mata teleskop. Adanya faktor penghambat itu sanggup dijelaskan sebagai berikut.

Pada pola silangan pertama di atas, adalah antara mas koki mata normal dengan maskoki mata teleskop diperoleh genotipe (individu yang mempunyai pembawa sifat/gen) masing-masing AA untuk mata normal dan aa untuk mata teleskop.

Gen A lebih lebih banyak didominasi daripada a, maka turunan F1 akan mempunyai genotipe Aa. Karena mengandung gen A, maskoki F1 ini bermata normal.

Mas koki F2 akan mempunyai genotipe AA (mata normal), Aa (mata normal) dan aa (mata teleskop). Masing-masing genotipe yang muncul mempunyai perbandingan jumlah 1 pecahan untuk AA, 3 pecahan untuk Aa, dan sebagian untuk aa.
Budidaya Ikan Nila Gift Di Keramba Jaring Apung (Video)

Budidaya Ikan Nila Gift Di Keramba Jaring Apung (Video)

Budidaya Ikan - Budidaya Ikan Nila Gift di Keramba Jaring Apung (Video) - Ikan, Nila, Nila Gift, Ikan Nila, Budidaya Ikan, Budidaya Ikan Nila, Budidaya Ikan Nila Gift, Keramba, Jaring Apung, Keramba Jaring Apung, KJA, Budidaya Keramba Jaring Apung, ikan nila budidaya, kebijaksanaan daya ikan nila, pembesaran ikan nila, pembenihan ikan nila, umpan ikan nila.

Budidaya Ikan Nila Gift di Keramba Jaring Apung (Video):

Budidaya Ikan

Budidaya Ikan

 diartikan sebagai suatu acara untuk memelihara Budidaya Ikan
Budidaya Ikan - Budidaya Ikan - Budidaya ikan yaitu prinsip utama dari budidaya perairan (akuakultur). Budidaya ikan diartikan sebagai suatu acara untuk memelihara, membesarkan, dan / atau mengembangbiakkan ikan, serta memanen hasilnya dalam suatu lingkungan yang terkontrol. Usaha budidaya ikan melibatkan suatu kegiatan budidaya ikan yang bersifat komersial yang dilakukan umumnya dalam suatu kolam, atau sejenisnya, yang umumnya berupa ikan konsumsi. Suatu kemudahan yang berfungsi memproduksi benih ikan (juvenil), baik untuk kebutuhan pembesaran ikan, untuk kolam pemancingan, atau bertujuan untuk menambah jumlah populasi spesies orisinil ikan di alam, umumnya disebut sebagai pembenihan ikan. Spesies ikan yang paling umum dipakai dalam budidaya ikan yaitu jenis ikan mas, ikan nila, lele, gurami, patin, (untuk wilayah Eropa dan Amerika: ikan salmon, seabass, dan cod).

Dengan terjadinya peningkatan kebutuhan akan ikan dan protein ikan, menimbulkan penangkapan ikan yang berlebihan di alam. Dengan adanya budidaya ikan menunjukkan suatu solusi bagi perikanan akan sumber lain dalam pengadaan ikan, selain dari penangkapan. Akan tetapi, sejak dimulainya budidaya ikan, khusunya jenis karnivora, menyerupai budidaya ikan jenis salmon atau bahkan golongan crustacea, tidak selalu menunjukkan pengaruh pada pengurangan kegitan penangkapan ikan di alam, lantaran budidaya ikan (karnivora) biasanya membutuhkan materi pakan berupa tepung ikan dan minyak ikan yang berasal dari ikan tangkapan di alam. Dengan kata lain, satu ekor ikan yang dibudidaya akan mengkonsumsi lebih banyak ikan (bobot) hasil tangkapan daripada bobot ikan itu sendiri selama pemeliharaan. Pendapatan dari acara budidaya ikan yang sanggup dicatat oleh FAO pada tahun 2008 mencapai 33,8 juta ton dengan nilai sekitar $ US 60 miliar.

Sistem Budidaya Ikan

Berdasarkan teknologi yang digunakan, terdapat dua jenis sistem budidaya ikan, yaitu budidaya ikan ekstensif yang didasarkan pada produktivitas fotosintesis lokal dan budidaya ikan intensif, di mana ikan yang dibudidaya diberikan pakan dari luar.

1) Budidaya Ikan Ekstensif

Yang menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan ikan pada budidaya ikan ekstensif di sini yaitu problem ketersediaan pasokan pakan alami, yang umumnya dalam bentuk zooplankton yang memakan algae pelagis atau binatang bentik berupa udang renik dan moluska. Spesies ikan nila sanggup memakan dengan menyaring (filter feeding) secara pribadi fitoplankton, yang memungkinkan produktivitas lebih tinggi. Produksi fotosintesis sanggup ditingkatkan dengan pemupukan air kolam memakai adonan pupuk buatan, menyerupai kalium, fosfor, nitrogen dan mikro elemen. Karena sebagian besar ikan bersifat karnivora, mereka menempati kawasan yang lebih tinggi dalam rantai makanan dan lantaran itu hanya sebagian kecil dari produksi primer fotosintesis (biasanya 1%) akan dikonversi menjadi ikan yang sanggup dipanen.

Hal kedua yang menjadi perhatian dalam budidaya ikan ekstensif yaitu risiko blooming algae. Pada ketika suhu, ketersediaan hara dan sinar matahari memungkinkan untuk pertumbuhan alga menjadi optimal, maka alga akan melipatgandakan biomassa-nya pada tingkat yang eksponensial, yang pada hasilnya menimbulkan suatu kejenuhan nutrisi dan selanjutnya terjadi maut massal plankton (die-off).

Biomassa alga yang membusuk akan menguras kandungan oksigen di dalam air kolam lantaran menghalangi sinar matahari dan mencemari perairan dengan senyawa organik dan anorganik (seperti ion amonium), yang sanggup (dan sering terjadi) mengakibatkan maut massal ikan.

Dalam rangka untuk memanfaatkan semua sumber makanan yang tersedia di kolam, pembudidaya ikan akan menentukan jenis ikan yang menempati kawasan yang berbeda dalam ekosistem kolam, misalnya, jenis filter feeder alga menyerupai ikan nila, pemakan bentik menyerupai ikan mas atau lele dan pemakan zooplankton (jenis karper) atau pemakan gulma air menyerupai ikan grass carp.

2) Budidaya Ikan Intensif

Pada sistem budidaya ikan intensif, produksi ikan per satu satuan luas lahan sanggup ditingkatkan sesuai dengan yang diharapkan, selama ketersediaan oksigen, air berkualitas dan pakan sanggup tercukupi. Karena pada budidaya ikan intensif ini kebutuhan air berkualitas harus tercukupi, maka diharapkan suatu sistem pengolahan air yang intensif yang terintegrasi, dalam sistem budidaya ikan tersebut. Satu cara yang cukup inovatif untuk mendapat kondisi tersebut yaitu penerapan kombinasi budidaya tumbuhan hidroponik dan pengolahan air.

Pada budidaya ikan intensif, input biaya per satuan berat ikan akan lebih tinggi daripada budidaya ikan ekstensif, terutama disebabkan tingginya biaya pakan ikan, yang memerlukan pakan dengan kandungan protein lebih tinggi (sampai mencapai 60%) dengan komposisi asam amino yang seimbang, dibandingkan dengan pakan ternak. Akan tetapi, kebutuhan protein yang lebih tinggi ini merupakan konsekuensi dari impian efisiensi konversi pakan (FCR) yang lebih tingi pula. Contoh: Ikan salmon mempunyai FCR sekitar 1,1, sedangkan ayam berada di 2,5. Ikan yang dibudidaya tidak selalu hidup di lingkungan bersuhu lebih hangat, dan ini akan mengkonsumsi banyak energi yang berupa karbohidrat dan lemak dalam pakan. Ini sering diimbangi oleh biaya tanah lebih rendah dan produksi-produksi yang lebih tinggi yang sanggup diperoleh lantaran tingkat kontrol yang tinggi masukan. Kondisi-kondisi yang akan memakan biaya menyerupai tersebut di atas sanggup diimbangi dengan memakai lahan yang berharga murah dan memacu produksi setinggi-tinginya.

Satu hal lagi yang penting yaitu aerasi, lantaran ikan yang dibudidaya membutuhkan tingkat oksigen yang cukup untuk pertumbuhan. Hal ini diperoleh dengan menerapkan penggunaan aerator (kincir air), teknik air mengalir (air deras), atau memasukkan oksigen pribadi ke dalam air. Jenis ikan Lele (Clarias spp.) bisa menghirup oksigen pribadi dari udara dan sanggup mentolerir tingkat pencemaran yang jauh lebih tinggi daripada jenis ikan trout atau salmon, yang menciptakan aerasi dan pengolahan air kurang begitu diharapkan dan menjadikan jenis ikan Lele sebagai spesies yang sangat cocok untuk budidaya ikan intensif. Pada beberapa budidaya ikan Lele, didapatkan sekitar 10% dari volume air kolam berupa biomassa ikan.

Risiko jerawat oleh benalu menyerupai kutu ikan, jamur (Saprolegnia spp.), cacing (nematoda dan trematoda), basil (Yersinia spp, Pseudomonas spp.), dan protozoa (Dinoflagellata) yaitu hampir sama dengan yang terjadi pada budidaya ternak, terutama pada kepadatan populasi yang tinggi. Akan tetapi peternakan yaitu acara perjuangan budidaya yang lebih besar dan berteknologi lebih maju yang bisa mengatasi problem patogen dengan lebih baik. Budidaya ikan intensif harus betul-betul bisa menyediakan air dengan kualitas yang memadai (oksigen, amonia, nitrit, dll) untuk meminimalkan tingkat stres yang akan menimbulkan problem patogen lebih sulit diatasi. Ini berarti, budidaya ikan intensif memerlukan pemantauan yang ketat dan tingkat keahlian yang tinggi dari petani ikan yang menjalankannya.

Sistem budidaya ikan resirkulasi dengan tingkat kedapatan sangat tinggi, di mana terdapat kontrol atas semua parameter produksi, telah dipakai untuk beberapa spesies ikan bernilai hemat tinggi. Dengan sistem budidaya ikan resirkulasi, sangat sedikit air yang dipakai per unit produksi. Akan tetapi sistem budidaya ini membutuhkan biaya modal dan biaya operasional yang tinggi. Struktur biaya yang lebih tinggi berarti bahwa budidaya ikan sistem resirkulasi hanya hemat untuk produk perikanan bernilai tinggi, menyerupai indukan untuk produksi benih, produk benih untuk budidaya keramba jaring apung, jenis ikan untuk penelitian dan beberapa jenis ikan bernilai hemat tinggi lainnya (Contoh: Kerapu).

Tag: budidaya ikan, budidaya ikan nila, budidaya ikan mas, budidaya ikan gurami, teknik budidaya ikan, ikan budidaya, budidaya ikan lele, cara budidaya ikan, ikan nila budidaya, budidaya ikan gurame
Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius Carassius) Dan Mas Koki Mata Teleskop

Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius Carassius) Dan Mas Koki Mata Teleskop

 Pada perkawinan antara crucian carp dengan  Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dan Mas Koki Mata Teleskop
Ikan Hias - Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dengan Mas Koki Mata Teleskop - Pada perkawinan antara crucian carp dengan mas koki mata teleskop, dihasilkan dua jenis gen , yaitu gen A yang bermata normal dan gen D yang menghambat mata teleskop.

 Pada perkawinan antara crucian carp dengan  Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dan Mas Koki Mata Teleskop
Kedua gen itu secara umum dikuasai terdapat pada crucian carp (Carassius carassius). Dengan demikian gen-gen yang terdapat pada mas koki mata teleskop ialah gen a (yang mata teleskop) dan gen d (yang lebih lemah lagi).

 Pada perkawinan antara crucian carp dengan  Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dan Mas Koki Mata Teleskop
Hasil turunan pertama (F1) antara crucian carp (Carassius carassius) dengan mas koki mata teleskop akan mata normal semua, lantaran indivdu yang terjadi dari persilangan ini mempuyai genotipe AaDd.

 Pada perkawinan antara crucian carp dengan  Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dan Mas Koki Mata Teleskop
Genotipe yang mengandung gen-gen A dan D akan memiliki mata normal. Jika yang dipunyai hanya gen a dan d, mas koki akan bermata teleskop. Pada kasus menyerupai ini perbandingan antara mas koki mata normal dan mata teleskop ialah 15 : 1.
Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo Tebar Sejuta Benih Ikan Lele

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo Tebar Sejuta Benih Ikan Lele

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo Tebar Sejuta Benih Ikan Lele Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo Tebar Sejuta Benih Ikan Lele
Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo Tebar Sejuta Benih Ikan Lele - Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Muhammad Nizam, bersama Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, dan Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, melaksanakan penaburan satu juta benih ikan lele di Kelurahan Samata, Kecamatan Bontomarannu, Kamis, 22 Maret. Budidaya ikan lele merupakan kolaborasi pertama antara Kodam VII serta Kadin Sulsel.

Muhammad Nizam mengatakan, budidaya ikan tawar tersebut merupakan bab dari agenda ketahanan negara di bidang pangan. Namun tak sekadar ketahanan pangan, panglima juga berobsesi budidaya tersebut menghasilkan ikan kualitas ekspor.

"Kita akan memperluas kerjasama budidaya ikan dengan pemerintah. Harapan terakhir kita yaitu menimbulkan budidaya ikan air tawar sebagai mata pencarian yang sanggup menyejahterakan masyarakat," kata Muhammad Nizam.

Ichsan Yasin Limpo mengatakan, Pemkab Gowa akan menyiapkan lahan untuk budidaya ikan air tawar di seluruh kecamatan. Lahan budidaya tersebut sanggup dijadikan percontohan sehingga sanggup dipelajari oleh masyarakat.

"Budidaya ikan lele ini sanggup jadi pekerjaan alternatif di samping pekerjaan pokok. Apalagi jikalau sanggup tembus pasar ekspor. Pasti akibatnya lebih baik," ujar Ichsan.

Sebelumnya, Pemkab Gowa dan Kodim 1409 Gowa juga sudah menjalin kolaborasi untuk budidaya ikan air tawar dengan metode keramba jaring apung. Keramba yang berlokasi di Sungai Jeneberang, sempurna di pertengahan Kembatan Kambara tersebut, terdapat empat jenis ikan tawar, yakni ikan patin, ikan mas, ikan nila merah dan ikan nila hitam.

Pt Dharma Samudera Fishing Industries Targetkan Ekspor Ikan 2012 Naik 20%

Pt Dharma Samudera Fishing Industries Targetkan Ekspor Ikan 2012 Naik 20%

PT Dharma Samudera Fishing Industries Targetkan Ekspor Ikan  PT Dharma Samudera Fishing Industries Targetkan Ekspor Ikan 2012 Naik 20%
PT Dharma Samudera Fishing Industries Targetkan Ekspor Ikan 2012 Naik 20% - PT Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI) menargetkan kinerja ekspor tahun ini sanggup meningkat 20% dibandingkan tahun 2011 kemudian seiring dengan naiknya permintaan. Direktur DSFI Herman Sutjiamidjaja mengungkapkan, pasar ikan ketika ini sedang baik.

"Kalau biasanya hanya jenis tuna dan kakap merah, sekarang jenis ikan yang lain pun banyak yang membeli," kata Herman final pekan lalu.

Tahun lalu, ekspor produk perikanan DSFI mencapai 3.200 ton dengan nilai US$ 19 juta. Ini berarti DSFI menargetkan sanggup menjaring ekspor sebesar US$ 22,8 juta.

Hingga kuartal I tahun ini, DSFI telah mengekspor 1.000 ton atau lebih banyak 50% dibandingkan realisasi ekspor pada kuartal yang sama tahun kemudian sebanyak 500 ton. "Kami tetap optimis tetapi tidak tahu bagaimana kondisi beberapa bulan kedepan," kata Herman.

DSFI merupakan perusahaan multinasional yang bergerak didalam bidang masakan bahari dengan kantor sentra di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985, dan mendapatkan hasil tangkapan dari perairan Indonesia atau luar negeri untuk keperluan ekspor dan reekspor.

Mayoritas pasar ekspor produk perikanan DSFI yakni Eropa, Amerika Serikat, Rusia, Jepang. Eropa masih menduduki peringkat pertama ekspor ikan DSFI dengan prosentase 30%, disusul AS sebesar 20% dan Rusia sebanyak 10%-15%. "Negara-negara belahan Uni Soviet menyerupai Ukraina responnya cukup baik," kata Herman.

Tahun ini, DSFI juga berencana memperbaiki pabrik. Dana yang disiapkan oleh manajemen perusahaan untuk mendukung aktivitas tersebut sebesar Rp 3 miliar-Rp 5 miliar.

Cara Masak Gulai Kari Ikan Kakap Khas Aceh

Cara Masak Gulai Kari Ikan Kakap Khas Aceh

Resep IkanCara Masak Gulai Kari Ikan Kakap khas Aceh - Inilah cara memasak gulai kari ikan kakap menurut resep masakan gulai kari ikan kakap khas Aceh. Terlebih dahulu sediakan bahan-bahan dan bumbu-bumbunya, kemudian perhatikan cara memasaknya, sehingga dihasilkan hidangan gulai kari ikan kakap yang enak dan lezat.

Resep dibentuk untuk 4 orang.

Bahan-bahan:
  • 1 ekor ikan kakap (+ 400 gram)
  • 2 butir jeruk nipis, ambil airnya
  • 1 sdt garam
  • 3 sdm minyak untuk menumis
  • 8 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 lembar daun pandan, simpul
  • 1 tangkai daun temurui / daun kari / salam koja
  • 400 ml santan kental
  • 12 buah cabe rawit hijau, biarkan utuh
  • 4 buah belimbing sayur, belah dua
  • 1 buah tomat, potong-potong

Haluskan bumbu-bumbu:
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar sangrai
  • ½ sdt merica butir
  • ½ sdt adas
  • 1 sdm poyak / ulhe
  • 5 buah asam sunti
  • 2 cm kunyit
  • 3 cm jahe
  • 6 buah cabe besar

Cara Memasak Gulai Kari Ikan Kakap:
  1. Potong ikan kakap menjadi 3, kemudian bersihkan. Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak, kemudian tumis bawang merah, daun pandan dan daun kari hingga harum. Tambahkan bumbu yang dihaluskan. Tumis hingga bumbu matang.
  3. Beri santan, cabe rawit hijau utuh, belimbing sayur dan tomat. Masak hingga mendidih. Masukkan ikan kakap. Masak dengan api sedang hingga ikan kakap matang dan santan mengental. Kemudian angkat. Selesai!

Cara Masak Gulai Kari Ikan Kakap khas Aceh

Cara Masak Ikan Patin Bakar Bambu

Cara Masak Ikan Patin Bakar Bambu

 Meskipun ikan patin yang akan dipakai  Cara Masak Ikan Patin Bakar Bambu
Resep IkanCara Masak Ikan Patin Bakar Bambu - Ikan patin yang cocok dipakai untuk membuat ikan patin bakar bambu yaitu yang berukuran minimal 800 gram. Meskipun ikan patin yang akan dipakai masak ikan patin bakar bambu ini dibeli dari kolam budidaya ikan patin, bukannya ikan patin sungai menyerupai yang umum ditemukan di di kawasan Palembang Sumatera, Banjarmasin, ataupun Samarinda di Kalimantan, tetapi tidak perlu khawatir ikan patin akan berbau tanah. Sekalipun berasal dari ikan budidaya, tidak tercium aroma anyir lumpur pada ikan patin bakar yang akan dibuat. Yang niscaya sebelum dipanen, oleh petani ikan biasanya ikan patin dipuasakan terlebih dahulu selama 1-2 hari yang bertujuan untuk menghilangkan anyir lumpur pada ikan tadi.

Berikut ini cara masak ikan patin bakar menurut resep memasak Ikan Patin Bakar Bambu:


Bahan-bahan untuk Ikan Bakar:
     Meskipun ikan patin yang akan dipakai  Cara Masak Ikan Patin Bakar Bambu
  • ikan patin: 800 gram/ekor
  • bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, sereh
  • daun jeruk, daun kunyit, daun kemangi
  • 1 jeruk nipis / lemon, peras airnya
  • 1 bungkus santan bubuk
  • 1 sdm sambal inti
  • daun pisang/alumunium foil untuk membungkus

Bahan-bahan untuk Sambal inti:
  • 1 kg cabai rawit
  • ½ kg bawang merah, kupas, untuk mencegah nangis bombay, rendam bawang sebelum dikupas, atau kupas dibawah kucuran air ledeng
  • 2 garlic utuh
  • kemiri
  • kunyit, jahe, lengkuas, sereh
  • daun jeruk, daun kunyit
  • gula jawa, air asem jawa
  • minyak

Cara mengolah sambal inti:
     Meskipun ikan patin yang akan dipakai  Cara Masak Ikan Patin Bakar Bambu
  1. blender semua bahan, kecuali lengkuas, sereh, gula jawa dan daun2an
  2. tumis dengan minyak banyak, hingga matang dan keluar minyaknya
  3. kalo mau pakai terasi, tumbuk terasi bakar, tambahkan sesaat sebelon matang, aduk lagi hingga mateng

Catatan: sambal ini tahan lama, asalkan disimpan di dalam kulkas dalam jar kedap udara dan usahakan biar sambalnya terendam minyak…

Cara mengolah ikan bakar:
  1. cuci ikan, tiriskan, potong2 (aku beli di asian market, udah bersih, udah dipotong), garamin
  2. blender barah, batih, kunyit, jahe, kemiri dan sambal inti (atau cabe)
  3. campurkan dengan santan dan air lemon
  4. bumbuin dengan garam dan sedikit gula
  5. ambil 1 lembar foil, susun sedikit bumbu halus
  6. susun ikan diatas bumbu, tambahin sisa bumbu halus dan sisa materi lainnya
  7. bungkus dan masukan dalam loyang/piring tahan panas
  8. bake dgn api sedang selama 1 sp 1½ jam
  9. aku cuman susun ikan dalam pyrek, lalu balurin bumbu keseluruh bab ikan, tutup dgn foil, bake dalam oven

Catatan: kalau yang dijual di restoran, dipakai daun pisang dan dimasukkan dalam bambu lalu dibakar dengan arang selama 3 jam.

(Bila disajikan dengan nasi panas-panas, dijamin niscaya minta nambah!)

Hasilnya yaitu bumbu kental berwarna kuning kecoklatan yang sungguh gurih. Beberapa citarasa yang terasa di pengecap yaitu rasa bawang merah dan putih, cabe, kemiri, dan sereh. 

CATATAN:
Untuk membuat citarasa ikan patin bakar sejati, tentu harus dilakukan dengan cara mengolah kuliner ikan bakar yang benar, baik pada pemilihan ikan, santunan bumbu hingga cara memasak.
Sensitivitas Antibiotik Dan Acara In Vitro Antimikroba Ekstrak Flora Obat Terhadap Pseudomonas Fluorescens Yang Diisolasi Dari Ikan Sakit

Sensitivitas Antibiotik Dan Acara In Vitro Antimikroba Ekstrak Flora Obat Terhadap Pseudomonas Fluorescens Yang Diisolasi Dari Ikan Sakit

Jurnal Perikanan - Sensitivitas Antibiotik dan Aktivitas In Vitro Antimikroba Ekstrak Tanaman Obat terhadap Pseudomonas fluorescens yang Diisolasi dari Ikan Sakit - Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi isolat Pseudomonas fluorescens dari sampel basil yang diisolasi dari basil septikemia hemoragik yang menginfeksi ikan mas dan lele, mengevaluasi referensi sensitivitas antibiotik dan kegiatan antibakteri dari beberapa ekstrak tumbuhan obat terhadap isolat.

Sebanyak 10 isolat yang diidentifikasi sebagai P. fluorescens menurut uji morfologi, fisiologis dan biokimia. Uji sensitivitas in vitro antibiotik terhadap isolat P. fluorescens dilakukan dengan metode cakram difusi terhadap tujuh antibiotik.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa semua isolat hanya sensitif terhadap streptomisin dan gentamisin, dan sebagian besar isolat (80%) ditemukan resisten terhadap kloramfenikol (C). Selain itu, delapan puluh persen dari isolat menawarkan resistensi terhadap antibiotik ganda.

Sebanyak 118 ekstrak tumbuhan diuji kegiatan antibakteri mereka terhadap isolat P. fluorescens dan didapatkan bahwa isolat menawarkan kepekaan (sensitivitas) terhadap 30 sampel ekstrak tanaman. Ekstrak daun Tamarindus indicus, Terminalia chebula, Citrus aurantifolia, Eugenia dan Spondias pinnata caryophyllata diketahui sanggup menghambat pertumbuhan semua isolat P. fluorescens.

Oleh: MJ Foysal, MM Rahman, M Alam. International Journal of Natural Sciences (iJNS). Dept. of Medicine & Surgery, Faculty of Veterinary & Animal Sciences, Sylhet Agricultural University, Bangladesh. 2011; 1(4): 82-88.

“Sensitivitas Antibiotik dan Aktivitas In Vitro Antimikroba Ekstrak Tanaman Obat terhadap Pseudomonas fluorescens yang Diisolasi dari Ikan Sakit”


Kata Kunci: Penyakit Ikan, Pseudomonas fluorescens, Antibiotik, Antibakteri, Antimikroba, Tanaman Obat, Ekstrak Tanaman Obat, Sensitivitas Antibiotik, Sensitivitas Tanaman Obat
Cara Masak Belut Goreng Tepung

Cara Masak Belut Goreng Tepung

 Memang masih belum banyak orang yang mau makan  Cara Masak Belut Goreng Tepung
Resep IkanCara Masak Belut Goreng Tepung - Memang masih belum banyak orang yang mau makan belut, mungkin mereka merasa jijik dengan melihat bentuknya. Akan tetapi, mereka belum mengetahui jikalau di dalam badan belut itu terkandung gizi yang tinggi dan dipadu dengan rasa yang gurih dan lezat. Nah, bagi yang tidak merasa jijik atau bahkan sudah mencicipi nikmatnya makan masakan yang berbahan dasar belut, ini aku berikan resep untuk anda cara memasak belut goreng tepung.

Bahan-Bahan:
  • 300 gram belut berukuran kecil, dipotong-potong 2 cm
  • 400 gram terigu
  • 150 gram tepung beras
  • 1 butir telur
  • Minyak goreng secukupnya
  • 300 ml air

Bumbu-Bumbu (dihaluskan):
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 ruas jahe
  • 1/2 sdt ketumbar (dihaluskan)
  • 1 sdt bumbu penyedap
  • 2 lbr daun jeruk nipis, diiris halus (tanpa tulang)

Cara Memasak:
  1. Siapkan mangkok besar untuk wadah adonan
  2. Campurkan tepung terigu
  3. Masukkan belut, bumbu yang dihaluskan dan daun jeruk ke dalam mangkok, lalu diaduk rata
  4. Goreng campuran belut sampai kecoklatan, angkat dan tiriskan
  5. Siap dihidangkan (lebih enak disantap dalam keadaan panas dengan sambal cocol, sambal saos, ataupun sambal kecap)

Cara Masak Belut Goreng Tepung

Budidaya Ikan Lele Di Bak Terpal (Video)

Budidaya Ikan Lele Di Bak Terpal (Video)

Budidaya Ikan - Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal (Video) - lele, ikan lele, budidaya lele, lele ternak, budidaya ikan lele di bak terpal, budidaya ternak lele, kebijaksanaan daya lele, beternak lele, lele sangkuriang, budidaya ikan lele, peternakan lele, bak lele, cara budidaya lele, budidaya ikan lele di kolam, video ikan, video ikan lele, video budidaya ikan lele, video budidaya ikan lele di bak terpal.

Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal (Video)




Pembesaran Ikan Lele di Kolam Terpal (Video)


Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton

Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton

Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai  Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton
Berita Perikanan - Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton - Budidaya ikan nila sangat potensial dikembangkan di Sumut, oleh alasannya yakni itu, semenjak tiga tahun terakhir produksi ikan Nila dari Sumatra Utara dapat mencapai 60ribu ton setiap tahunnya.

Keadaan ini juga menyebabkan Sumut termasuk penyumbang ekspor terbesar ikan Nila ke-5 di Indonesia terhadap pasar Amerika.

Robert Napitupulu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatra Utara, menguraikan budidaya ikan Nila sanggup ditemui disemua kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

"Budidaya ikan Nila tersebut sanggup ditemukan dalam skala besar maupun skala kecil yakni skala rumahan. Sedangkan untuk skala besar hanya berada di beberapa kabupaten saja, di antaranya Tobasa, Samosir dan Simalungun," ungkapnya kepada Bisnis hari ini.

Selain diproduksi oleh masyarakat Sumut sendiri, paling besar produksi ikan Nila juga dihasilkan oleh perusahaan Aqua Farm yang ada di Sumut yang secara khusus membudidayakan ikan Nila jenis unggul dan hanya dipasarkan di Amerika.

"Dari Aqua Farm saja sanggup menyumbangkan ikan Nila sebesar 35 ribu ton per tahun," ujarnya.

Robert juga menyampaikan, untuk terus mendorong pertumbuhan produksi ikan Nila dan produksi ikan lainnya, tidak kurang dari 60% anggaran dikucurkan untuk pakan ikan. Kebutuhan yang besar pada pakan ikan tersebut untuk memompa pertumbuhan ikan lebih besar.


Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton

Mas Koki Sisik Mutiara

Mas Koki Sisik Mutiara

 sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki Mas Koki Sisik Mutiara
goldfish. Mas koki sisik mutiara sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki, alasannya yaitu ciri-ciri sisiknya yang khas.

 sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki Mas Koki Sisik Mutiara
Mas koki sisik mutiara mempunyai warna dasar badan merah dengan sisik badan yang khas. Sisik yang muncul pada permukaan kulit bergerigi mirip buah jagung yang dikupas. Warna tengah sisik putih jernih sehingga tampak mirip benjol batu. Karena benjol batunya itulah dia disebut sisik mutiara.

 sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki Mas Koki Sisik Mutiara
Tubuh ikan mas koki mutiara secara umum berbentuk bundar gemuk mirip bola pingpong. Siripnya berjumlah 6 buah dan berukuran pendek, namun belakangan banyak muncul maskoki sisik mutiara berekor agak panjang. Kepalanya mirip kepala ikan mas konsumsi, tetapi lebih pendek.

 sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki Mas Koki Sisik Mutiara
Menurut beberapa literatur, mas koki sisik mutiara lahir di China dan temasuk ragam jenis maskoki yang muncul belakangan. Masyarakat China menjuluki mas koki ini run chiu yu. Namun sayang, tidak diketahui dengan terperinci asal-usulnya, apakah ikan hias jenis ini merupakan hasil mutasi silangan.

 sangat populer di kalangan penggemar ikan hias maskoki Mas Koki Sisik Mutiara
Ada yang menyampaikan mas koki sisik mutiara masih satu varietas dengan mas koki fantail (ekor kipas). Memang bentuk sirip ekor sisik mutiara ada yang ibarat fantail. Namun fakta itu tidak cukup dijadikan dasar untuk menyebut sisik mutiara sebagai turunan fantail. Dewasa ini banyak terdapat mas koki sisik mutiara yang mempunyai ekor mirip mas koki kepala singa (lionhead) dan oranda.
Perusahaan Ikan Taiwan Pesan 50 Lulusan Smkn 1 Pelabuhan Ratu Tiap Tahun

Perusahaan Ikan Taiwan Pesan 50 Lulusan Smkn 1 Pelabuhan Ratu Tiap Tahun

 Palabuhanratu diburu perusahaan luar negeri Perusahaan Ikan Taiwan Pesan 50 lulusan SMKN 1 Pelabuhan Ratu tiap tahun
Perusahaan Ikan Taiwan Pesan 50 lulusan SMKN 1 Pelabuhan Ratu tiap tahun - Fasilitas sekolah berbasis keahlian kelautan dan pelayaran yang minim tidak menciptakan SMKN 1 Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghasilkan lulusan yang asal-asalan. Buktinya, semenjak tahun 1999 hingga kini, lulusan SMKN 1 Palabuhanratu diburu perusahaan luar negeri.

Lulusan sekolah ini terutama ditawari bekerja di kapal perikanan, mulai sebagai nakhoda, anak buah kapal, teknisi, hingga pengolahan ikan.

Bahkan, lulusan SMKN 1 Palabuhanratu yang bekerja di Jepang dipuji. Sebab, lulusan sekolah ini dinilai mempunyai kesiapan fisik dan mental yang diperlukan perusahaan perkapalan perikanan di Jepang. Sejak tahun 1999, pengiriman lulusan SMKN 1 Palabuhanratu untuk bekerja di perusahaan perkapalan perikanan di Jepang terus berlanjut.

”Permintaan terhadap lulusan sekolah kami bukan saja dari Jepang. Tawaran kerja dari perusahaan di Korea Selatan dan Taiwan mulai berdatangan. Perusahaan tidak melirik yang sudah lulus saja, tetapi juga yang mau praktik kerja industri,” kata Ade Santana, Kepala SMKN 1 Palabuhanratu. Perusahaan pengolahan ikan dari Taiwan meminta 50 lulusan tiap tahun.

Meski sekolah hanya mempunyai satu kapal kayu sebagai kapal latih, yang sekarang rusak berat, sekolah tetap berusaha membekali siswa dengan pengetahuan soal perkapalan, pelayaran, dan kelautan. Fasilitas bengkel dan laboratorium juga tidak memenuhi standar. Kesempatan praktik industri di kelas dua selama minimal tiga bulan di sekitar Palabuhanratu hingga Bali, Ambon, atau Sorong menjadi ajang berguru siswa perihal pekerjaan di laut.

Dapat uang

Dalam masa praktik kerja industri yang berlangsung 3 bulan hingga 9 bulan, siswa dibayar. Kesempatan magang ini menjadi jalan keluar bagi siswa tidak bisa menerima suplemen uang untuk membayar uang sekolah atau menabung untuk persiapan kerja ke luar negeri.

Siswa dibimbing oleh sejumlah guru honor yang berpengalaman kerja di kapal perikanan di Jepang. Hal ini yang menciptakan siswa SMKN 1 Palabuhanratu bisa menjadi pelaut ulung di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah.

Sekolah kelautan/pelayaran yang berlokasi tak jauh dari pelabuhan ikan Palabuhanratu ini mengalami nasib hampir sama dengan sekolah pertanian, yaitu tak dilirik belum dewasa muda. Ditambah lagi, keberpihakan pemerintah terhadap kelautan tak maksimal. Akibatnya, peluang kerja terbuka lebar di negeri orang lain.

Ade menjelaskan, awal Januari, perusahaan luar negeri sudah berdatangan ke sekolah untuk menyeleksi siswa. Seleksi berikutnya dilakukan seusai siswa ujian, sekitar Mei. ”Tiap tahun lebih dari 30 siswa terpilih bekerja di perusahaan perkapalan perikanan di Jepang. Tadinya, perusahaan ini memercayakan penyeleksian kepada guru. Tetapi, kami meminta menyeleksi sendiri supaya bisa menentukan siswa yang pas,” kata Ade.

Bekerja di tengah maritim selama tiga tahun memang tidak mudah. Untuk itu, siswa dibiasakan dengan pendidikan disiplin yang besar lengan berkuasa atau semimiliter.

Setiap hari, digelar upacara yang diselingi kegiatan fisik selama dua kali pada pagi dan siang hari. Pada sore hari, ada kegiatan ekstrakurikuler siswa.

”Dari awal, siswa sudah disiapkan untuk menghadapi dunia kerja di maritim yang butuh kedisiplinan serta kekuatan mental dan fisik. Buahnya, siswa kami terus digunakan oleh perusahaan luar untuk ikut praktik kerja,” ujar Ade.

Anggun Gusnawan, guru honor bahasa Jepang dan kepingan kesiswaan, mengatakan, para siswa dibekali dengan pendidikan huruf untuk bekal bekerja nanti. Apalagi ada anggapan miring masyarakat soal pekerja di maritim yang sering termakan dalam kegiatan negatif perjudian, mabuk, dan korelasi seks bebas.

”Kami bekali siswa biar bisa punya benteng dogma yang kuat. Saya motivasi siswa supaya menggunakan kesempatan kerja di luar negeri itu untuk berguru dan menyiapkan bekal hidup di Indonesia nanti. Makara bukan untuk hura-hura sehingga honor amblas,” ujar Anggun yang pernah menjalani ikatan kerja selama tiga tahun di kapal Jepang.

Menurut Anggun, tenaga kerja asal Indonesia disukai alasannya ialah gampang mengikuti keadaan dengan masyarakat Jepang. Jika tenaga kerja Indonesia terus menawarkan kemampuan yang baik, ke depan Indonesia harus punya daya tawar yang baik dalam hal penggajian dan kemudahan kerja.

Sertifikat internasional

Mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah kejuruan yang berbasis keahlian pelayaran/kelautan tidak hanya butuh ijazah yang didapat jikalau lulus ujian nasional. Ada akta internasional yang mesti dipunyai siswa supaya bisa bekerja hingga ke luar negeri.

Siswa dengan kegiatan keahlian nautika kapal penangkap ikan, nautika kapal niaga, dan teknika perikanan maritim (bagian mesin) semenjak di kelas dua sudah harus punya buku pelaut sebagai surat izin siswa berlayar. Buku pelaut ini diperlukan supaya siswa di kelas dua bisa menjalankan praktik kerja industri di perusahaan pelayaran niaga atau perikanan.

Di kelas tiga, siswa harus mengambil ujian andal nautika kapal penangkap iklan (Ankapin 2) untuk siswa kegiatan keahlian nautika kapal ikan serta andal teknika kapal ikan (Atkapin 2) untuk kegiatan keahlian teknika perikanan. Siswa kegiatan keahlian pengolahan hasil maritim perlu akta hazard analysis and critical control point untuk unit pengolahan ikan.

Siswa yang direkrut kerja di kapal perikanan menerima honor 170 dollar AS-190 dollar AS per bulan di luar biaya lain, termasuk uang lembur. Gaji meningkat seiring lamanya bekerja. Kontrak kerja berlaku selama tiga tahun.

Di sekolah ini, siswa dari kegiatan teknologi pengolahan hasil perikanan diajari menciptakan bermacam-macam produk masakan dari materi dasar hasil maritim untuk menambah nilai jual. Dengan peralatan kerja yang sederhana, siswa mengolah ikan dari sekitar Palabuhanratu menjadi abon ikan, bakso, nugget, sosis, dan burger. Namun, produksi tidak rutin alasannya ialah terkendala kemudahan kerja dan kemampuan guru.

Awalnya, tak banyak siswa sekitar Palabuhanratu yang melirik Sekolah Menengah kejuruan berbasis keahlian pelayaran/kelautan ini. Masyarakat yang umumnya nelayan menganggap tak perlu pendidikan khusus untuk bekerja di laut. Namun, peluang kerja bagi lulusan perlahan mengubah perilaku masyarakat. Kini, 70 persen siswa berasal dari sekitar Palabuhanratu. Keinginan mengubah masa depan keluarga lewat pendidikan menguat. Siswa sekolah sekarang tercatat berjumlah 380 orang.

Sekolah berencana membuka kegiatan keahlian budidaya rumput laut. Potensi rumput laut cukup menjanjikan.

Sumber: Kompas.com

Perusahaan Ikan Taiwan Memesan 50 lulusan SMKN 1 Pelabuhan Ratu tiap tahun

Genderang Perang Terhadap Illegal Fishing Di Kabupaten Natuna

Genderang Perang Terhadap Illegal Fishing Di Kabupaten Natuna

Genderang Perang terhadap Illegal Fishing di Kabupaten Natuna Genderang Perang terhadap Illegal Fishing di Kabupaten Natuna
Genderang Perang terhadap Illegal Fishing di Kabupaten Natuna - Bupati Natuna Ilyas Sabli Sabtu (31/3) menegaskan akan mendatangkan kapal hiu macan untuk mengawasi illegal fishing (penangkapan ikan ilegal) oleh kapal ikan asing yang marak terjadi di perairan Natuna.

"Tanggal 17 April ini kita akan melaksanakan penandatangan MoU antara Pemerintah Daerah Natuna dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sentra untuk operasinya kapal Hiu Macan guna mengawasi acara di perairan Natuna," katanya, di Midai, Natuna.

Dia mengatakan, langkah ini tidak sanggup ditunda lagi. Karena aktifitas illegal fishing sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat nelayan Natuna.

"Kita tidak ingin dirugikan lagi dan ujung-ujungnya nelayan kita juga dirugikan,kondisi ini sangat meresahkan," jelasnya sambil membuktikan semakinnya banyaknya keluhan masyarakat.

Diketahui pengawasan acara di perairan Natuna selama ini diakui sangat kurang. "Karena itu, kita sudah tetapkan untuk bekerja sama dengan DKP sentra untuk memakai kapal Hiu Macan dengan sistem sharing biaya operasional," ulasnya.

Diharapkan, katanya dengan pengawasan yang intensif sanggup mengurangi acara pelanggaran di perairan Natuna. Walaupun banyak nelayan yang mengeluhkan keberadaan kapal-kapal absurd yang melaksanakan illegal fishing, data yang bersumber dari DKP Natuna malah menunjukkan penurunan tahun 2010.

"Terdata tahun 2010 penangkapan mencapai 108 kasus, yang didominasi oleh kapal absurd dari Vietnam, Thailand, Malaysia, Cina juga dari nelayan kita sendiri," rinci Kepala Seksi Pengawasan DKP natuna, Buyung Priady.

Diketahui pula, kerugian negara terhadap aktiftas illegal fishing ini pada tahun 2010 mencapai Rp30 triliun pertahun dan tahun 2011 turun menjadi Rp18 triliun.


Genderang Perang terhadap Illegal Fishing di Kabupaten Natuna

Deteksi Nonradioaktif Spesifik Kuman Nhp Pada Udang Penaeus Vannamei Melalui Hibridisasi In Situ

Deteksi Nonradioaktif Spesifik Kuman Nhp Pada Udang Penaeus Vannamei Melalui Hibridisasi In Situ

Deteksi Nonradioaktif Spesifik Bakteri NHP pada Udang Penaeus vannamei Melalui Hibridisasi Deteksi Nonradioaktif Spesifik Bakteri NHP pada Udang Penaeus vannamei Melalui Hibridisasi In Situ
Jurnal Penelitian Perikanan - Deteksi Nonradioaktif Spesifik Bakteri NHP pada Udang Penaeus vannamei Melalui Hibridisasi In Situ - Abstrak: NHP (Necrotizing Hepatopancreatitis) yakni penyakit yang menyerang udang putih (Penaeus vannamei) hasil budidaya tambak yang disebabkan oleh basil pleomorfik intraseluler. Sebuah probe DNA yang spesifik untuk distributor etiologi dari necrotizing hepatopancreatitis (NHP) telah dibentuk dan diuji dalam uji hibridisasi in situ. Sebuah mekanisme dikembangkan untuk pelabelan probe DNA beruntai tunggal dengan digoksigenin oleh reaksi berantai polimerase. Probe DNA mencakup kawasan variabel V1 dan V2 dari gen 16S ribosomal RNA (rRNA) dan dirancang untuk melaksanakan hibridisasi untuk urutan komplementer dari rRNA 16S bakteri NHP.

Probe diuji pada spesimen-spesimen fixed, parafin-embedded, dan suatu sinyal hibridisasi yang intens dan spesifik ditempatkan ke dalam sitoplasma sel epitel hepatopancreatic yang terinfeksi basil NHP, yang ditunjukkan oleh suatu seri pewarnaan dengan hematoxylin dan eosin atau metode Steiner dan Steiner. Hasil negatif diperoleh dari udang normal dan dari udang yang terinfeksi Vibrio spp. Sifat spesifik dari probe telah diuji memakai jaringan mamalia atau burung yang terinfeksi basil intraseluler lainnya, termasuk Ehrlichia canis, Salmonella enteritidis, Brucella abortus, dan Chlymidia spp., Dan memakai spesies udang lainnya (P. monodon) diinfeksi dengan basil intraseluler ibarat rickettisa yang berbeda.

Oleh: James K. Loy dan Paul F. Frelier. Department of Veterinary Pathobiology, Texas A&M University, College Station, TX 77843. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation July 1996 vol. 8 no. 3 324-331.

Deteksi Nonradioaktif Spesifik Bakteri NHP pada Udang Penaeus vannamei Melalui Hibridisasi In Situ

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Ikan Hias - Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras - Ikan Corydoras mulai sanggup dipijahkan untuk pembenihan minimal pada umur delapan bulan. Pakan yang paling baik diberikan selama kurun pemeliharaan induk corydoras yakni pakan yang banyak mengandung zat chitin, menyerupai larva nyamuk yang baik untuk perkembangan telur.

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Selain itu alasannya yakni ikan corydoras bersifat "bottom feeder", maka ikan ini lebih responsif pada jenis masakan yang ada/hidup di dasar, menyerupai cacing tubifex atau chironomous.

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Cara paling gampang untuk membedakan jenis kelamin ikan corydoras yakni dengan melihat bentuk badan yang akan terlihat pada ketika ikan corydoras mencapai ukuran calon induk.

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Ikan corydoras jantan mempunyai bentuk badan menyerupai torpedo. Bagian belakang insang meruncing sampai ke ekor.

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Tubuh ikan corydoras jantan lebih langsing dan berukuran lebih kecil daripada corydoras betina, dan sirip dorsal corydoras jantan terlihat lebih runcing.

Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras Memilih Induk Untuk Pembenihan Ikan Corydoras
Tubuh ikan corydoras betina berukuran lebih besar dibandingkan dengan corydoras jantan dan perut corydoras betina tampak membundar berisi telur.
Pemulihan Struktural Rekombinan Inaktif Hormon Pertumbuhan Ikan Dengan Pendekatan Chaperonin Kimiawi Dan Pengendalian Solvent

Pemulihan Struktural Rekombinan Inaktif Hormon Pertumbuhan Ikan Dengan Pendekatan Chaperonin Kimiawi Dan Pengendalian Solvent

Jurnal Penelitian Perikanan - Pemulihan Struktural Rekombinan Inaktif dari Hormon Pertumbuhan Ikan dengan Pendekatan Chaperonin Kimiawi dan Pengendalian Solvent - Abstrak: Protein-protein rekombinan akan mengalami distorsi konformasi, yang menjadikan agregasi dan hilangnya fungsi, jikalau protein-protein tersebut di-Ekspresi dalam sistem heterolog. Restorasi struktural dan fungsional dari beberapa protein inaktif tersebut sangat diperlukan. Kami telah meng-Ekspresi hormon pertumbuhan rekombinan dari ikan ayu (Plecoglossus altivelis) dan kerapu kuning (Epinephelus awoara) dengan sistem verbal pET. Kedua protein rekombinan tersebut terakumulasi dalam bentuk tak larut dalam Escherichia coli.

Kami telah me-refolding protein inaktif ini menjadi bentuk aktif memakai proses refolding sedikit demi sedikit dengan distributor denaturing encer sebagai blocker sterik dan chaperonin kimiawi. Karakterisasi optikal mengatakan bahwa ikatan stabil yang berintermediasi dengan konformasi heliks sanggup dideteksi pada bab globul cair. Selain itu, fungsi hormon pertumbuhan rekombinan dikembalikan dengan ditandai oleh kemampuannya untuk merangsang proliferasi dalam sel hati ikan zebra.

Oleh: Chia-Ching Chang1,2, Chi-Tung Tsai1 dan Chi-Yao Chang1,2. Peds Oxford Journals (2002) 15 (5): 437-441. 1 Institute of Zoology, Academia Sinica, Nankang, Taipei 11529 and 2 Department of Physics, National Dong Hwa University, Hualien 973, Taiwan

Kata kunci: chaperonin, ikan, hormon pertumbuhan, rekombinan, refolding
Perbandingan Pertumbuhan Dan Komposisi Daging Ikan Kerapu Tikus,  Cromileptes Altivelis Yang Diberi Pakan Buatan Sendiri, Pakan Komersial Dan Ikan Rucah

Perbandingan Pertumbuhan Dan Komposisi Daging Ikan Kerapu Tikus, Cromileptes Altivelis Yang Diberi Pakan Buatan Sendiri, Pakan Komersial Dan Ikan Rucah

budidaya ikan merupakan aspek penting dalam industri akuakultur. Dua macam pakan buatan self-mixed diformulasikan dengan adonan materi pakan alternatif (limbah pakan ternak ayam and bungkil sawit) untuk menggantikan tepung ikan dan minyak ikan dan diberikan sebagai pakan benih ikan kerapu tikus(Cromileptes altivelis) (berukuran 4,1 ± 0,1 g) selama 14 minggu.

Performa pakan buatan dari limbah pakan ternak ayam dibandingkan dengan pakan ikan komersial lokal, pakan ikan komersial impor, dan dengan ikan rucah (Sardinella spp.).

Performa pertumbuhan kerapu tikus yang diberi pakan buatan dari limbah pakan ternak ayam lebih baik atau sebanding daripada pertumbuhan kerapu tikus yang diberi pakan komersial atau ikan rucah. Rasio Konversi Pakan (FCR) pada ikan yang diberi pakan pellet buatan (1,3-2,4) secara signifikan lebih baik daripada FCR ikan yang diberi pakan ikan rucah (5.0). Tingkat kelangsungan hidup (SR) kerapu tikus yang diberi pakan ikan rucah (50%) secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok ikan yang diberi perlakuan lainnya yang mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih dari 95%.

Komposisi proksimat dan asam lemak dari daging ikan kerapu pada final percobaan santunan pakan mencerminkan komposisi dari pakan yang diberikan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak semua pakan ikan maritim mempunyai kualitas yang sama, tetapi apabila diformulasikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan kerapu tikus, maka pakan pellet secara konsisten menawarkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan pakan berupa ikan rucah. Oleh sebab itu, penggantian pakan dari ikan rucah ke pakan pellet sangat dianjurkan bagi petani ikan kerapu.

Oleh: R. Shapawi, S. Mustafa and W.K. Ng, 2011. Perbandingan Pertumbuhan dan Komposisi Daging Ikan Kerapu Tikus, Cromileptes altivelis yang Diberi Pakan Buatan Sendiri, Pakan Komersial dan Ikan Rucah. Journal of Fisheries and Aquatic Science, 6: 523-534.

Kata Kunci: ikan kerapu, Cromileptes altivelis, pakan ikan laut, pakan buatan, pakan komersial, ikan rucah
Belut

Belut

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Budidaya IkanBelut - Belut (Anguilliformes) yaitu salah satu ordo dari ikan, yang terdiri dari 4 subordo, 20 famili, 111 genus dan sekitar 800 spesies. Sebagian besar belut bersifat predator. Istilah "belut" juga dipakai untuk beberapa jenis ikan berbentuk belut lainnnya, ibarat belut listrik dan belut berduri, tetapi jenis belut ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes.

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Belut dapat ditemukan di perairan tawar maupun perairan laut. Belut mempunyai bentuk tubuh ibarat dengan ular, dengan tubuh memanjang. Tidak ibarat halnya ular darat, belut biasanya tidak mempunyai sisik, meskipun beberapa spesies belut sanggup ditemukan mempunyai sisik kecil di beberapa bab tubuhnya. Lebih dari 100 ruas tulang membentuk tulang belakang belut, yang menimbulkan tubuh belut bersifat sangat fleksibel.

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Belut adalah jenis ikan yang mempunyai tubuh memanjang, mulai dari belut dengan panjang 5 cm ibarat belut berahang tunggal (Monognathus ahlstromi) hingga belut dengan panjang 4 meter, ibarat belut moray pipih raksasa. Belut cukup umur mempunyai kisaran berat tubuh dari 30 gram hingga lebih dari 25 kilogram. Belut tidak mempunyai sirip perut, dan sebagian besar spesies belut lainnya tidak mempunyai sirip dada. Belut mempunyai sirip punggung dan sirip anus yang menyatu dengan ekor atau sirip ekor, membentuk lembaran ibarat pita di sepanjang bab tubuhnya.

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Sebagian belut hidup di perairan maritim dangkal dan bersembunyi di dalam pasir, lumpur, juga sanggup ditemukan di antara batu-batu, atau celah-celah terumbu karang. Sebagian besar spesies belut bersifat nokturnal (aktif di malam hari), sehingga jarang terlihat pada siang hari. Kadang-kadang belut sanggup ditemukan hidup bahu-membahu dalam suatu lubang (lubang belut). Beberapa spesies belut ditemukan hidup di perairan yang lebih dalam di palung benua dan pada lereng sedalam 4.000 meter (13.000 kaki). Hanya anggota dari famili Anguillidae yang secara teratur mendiami perairan tawar, tetapi belut-belut ini akan kembali lagi ke maritim untuk berkembang biak.

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Belut memulai kehidupannya sebagai larva berbentuk pipih dan transparan, atau leptocephali. Larva belut berenang di permukaan air untuk memakan partikel-partikel kecil yang mengapung di permukaan air. Larva belut lalu berkembang menjadi menjadi belut beling (glass eel) dan lalu menjadi “elver” sebelum kesudahannya mencari habitat mereka untuk hidup sebagai juvenil dan belut dewasa.

 ini tidak termasuk ke dalam ordo Anguilliformes Belut
Beberapa spesies belut melaksanakan migrasi hingga 4.000 mil untuk berkembang biak, suatu migrasi yang sanggup memakan waktu hingga tujuh bulan. Selama waktu itu diyakini bahwa belut-belut tersebut melaksanakan puasa. Untuk mengatasi kebutuhan energinya, belut-belut memakai lemak tubuh dan jaringan ototnya sebagai nutrisi. Belut cukup umur akan mati sehabis melaksanakan pemijahan. Larva-larva belut akan memulai migrasi mereka sendiri dengan cara mengapung di arus air laut. Diutuhkan waktu tiga tahun bagi belut-belut muda untuk tumbuh menjadi belut dewasa.
Kkp Memutuskan Palabuhan Ratu Sebagai Daerah Industrialisasi Ikan Tuna

Kkp Memutuskan Palabuhan Ratu Sebagai Daerah Industrialisasi Ikan Tuna

KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna
KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetapkan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai daerah industrialisasi tuna. Rencana pembangunan daerah ini dilakukan bertepatan dengan syukuran Hari Nelayan ke-52 di Dermaga II Palabuhan Ratu, Kamis (5/4).

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Heryanto Marwoto, menyampaikan penetapan daerah industrialisasi tuna ini sesuai dengan potensi yang ada di Palabuhan Ratu . ‘’Produksi tuna Palabuhan Ratu cukup besar, bisa mencapai 80 ton per hari,’’ ujar dia.

Saat ini, produksi ikan tuna segar Palabuhan Ratu sebagian di ekspor ke Jepang. Pengiriman ikan segar dipilih lantaran harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan ikan yang sudah diolah.

Menurut Heryanto, besarnya potensi produksi tuna disebabkan dekatnya lokasi penangkapan dengan titik pendaratan. Hal ini memudahkan bagi nelayan Palabuhan Ratu untuk mencari ikan.

Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menambahkan, Palabuhan Ratu merupakan daerah penghasil perikanan tangkap terbesar di Jabar. Sehingga tidak heran perayaan hari nelayan Jabar maupun nasional setiap tahunnya dipusatkan di Palabuhan Ratu.

Namun, Heryawan mengatakan, produksi ikan Jabar dan nasional belum sesuai dengan potensi yang ada. "Potensi ikan Indonesia terbesar di dunia, tapi kenyataannya kita hanya nomor lima penghasil ikan dunia," kata dia.

Potensi perikanan tangkap Jabar misalnya, mencapai sebesar 260 ribu ton per tahun. Sementara capaian produksi pada 2011 kemudian hanya bisa sebanyak 194.344,41 ton. Jumlah ini pun sebetulnya telah melampaui sasaran produksi sebesar 187.590 ton.


KKP Tetapkan Palabuhan Ratu sebagai Kawasan Industrialisasi Ikan Tuna