Genderang Perang Terhadap Illegal Fishing Di Kabupaten Natuna
Genderang Perang terhadap Illegal Fishing di Kabupaten Natuna - Bupati Natuna Ilyas Sabli Sabtu (31/3) menegaskan akan mendatangkan kapal hiu macan untuk mengawasi illegal fishing (penangkapan ikan ilegal) oleh kapal ikan asing yang marak terjadi di perairan Natuna.
"Tanggal 17 April ini kita akan melaksanakan penandatangan MoU antara Pemerintah Daerah Natuna dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sentra untuk operasinya kapal Hiu Macan guna mengawasi acara di perairan Natuna," katanya, di Midai, Natuna.
Dia mengatakan, langkah ini tidak sanggup ditunda lagi. Karena aktifitas illegal fishing sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat nelayan Natuna.
"Kita tidak ingin dirugikan lagi dan ujung-ujungnya nelayan kita juga dirugikan,kondisi ini sangat meresahkan," jelasnya sambil membuktikan semakinnya banyaknya keluhan masyarakat.
Diketahui pengawasan acara di perairan Natuna selama ini diakui sangat kurang. "Karena itu, kita sudah tetapkan untuk bekerja sama dengan DKP sentra untuk memakai kapal Hiu Macan dengan sistem sharing biaya operasional," ulasnya.
Diharapkan, katanya dengan pengawasan yang intensif sanggup mengurangi acara pelanggaran di perairan Natuna. Walaupun banyak nelayan yang mengeluhkan keberadaan kapal-kapal absurd yang melaksanakan illegal fishing, data yang bersumber dari DKP Natuna malah menunjukkan penurunan tahun 2010.
"Terdata tahun 2010 penangkapan mencapai 108 kasus, yang didominasi oleh kapal absurd dari Vietnam, Thailand, Malaysia, Cina juga dari nelayan kita sendiri," rinci Kepala Seksi Pengawasan DKP natuna, Buyung Priady.
Diketahui pula, kerugian negara terhadap aktiftas illegal fishing ini pada tahun 2010 mencapai Rp30 triliun pertahun dan tahun 2011 turun menjadi Rp18 triliun.

0 Response to "Genderang Perang Terhadap Illegal Fishing Di Kabupaten Natuna"
Post a Comment