Sekilas Mengenal Ikan Corydoras

Sekilas Mengenal Ikan Corydoras

dapat dimanfaatkan sebagai materi baku pembuatan  Sekilas Mengenal Ikan Corydoras
Ikan Hias - Sekilas Mengenal Ikan Corydoras - Corydoras adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati oleh penggemar ikan hias di Indonesia dan sanggup menjadi produk perikanan untuk diekspor. Selain sebagai ikan hias air tawar, di negara-negara maju ikan Corydoras dapat dimanfaatkan sebagai materi baku pembuatan produk kosmetik.

dapat dimanfaatkan sebagai materi baku pembuatan  Sekilas Mengenal Ikan CorydorasMeskipun ikan ini aslinya berasal dari Amerika Latin, tetapi sudah semenjak usang berhasil dibudidayakn di Indonesia. Karena cara pembudidayaannya yang relatif sederhana dibandingkan dengan jenis ikan lain dan siklus pemeliharaannya untuk mencapai ukuran jual cukup singkat, ikan ini dikenal gampang untuk dibudidayakan dan bahkan sanggup dilakukan dalam skala rumah tangga sekalipun.

Ciri morfologi dari ikan corydoras ialah mempunyai bentuk badan yang pendek dan gemuk. Punggung lebih melengkung dibandingkan dengan perut. Kedua sisi badan ikan dilengkapi dengan lempengan menyerupai tulang yang tersusun dalam dua baris. Ikan ini mempunyai dua pasang kumis yang terletak di rahang atas dan rahang bawah serta ukuran panjang tubuhnya sanggup mencapai 12 cm.

Video Ikan Corydoras:


Ikan Corydoras sanggup dibudidayakan di kolam dengan oksigen terlarut dalam air yang rendah. Kondisi parameter kualitas air yang ideal bagi kehidupan ikan Corydoras adalah pada: pH 6-8, suhu air 21,5-28oC dan tingkat kesadahan 2-25 ppm.

By: Harry'S

Baca juga artikel perihal Corydoras lainnya:
Perkembangan Perjuangan Pemeliharaan Mas Koki Di Indonesia

Perkembangan Perjuangan Pemeliharaan Mas Koki Di Indonesia

Perkembangan Usaha Pemeliharaan Mas Koki di Indonesia Perkembangan Usaha Pemeliharaan Mas Koki di Indonesia
Ikan Hias - Perkembangan Usaha Pemeliharaan Mas Koki di Indonesia - Jauh sebelum krisis moneter, perjuangan pembudidayaan ikan hias mas koki, di Indonesia tidak memperlihatkan perkembangan berarti. Baru sesudah krisis ekonomi yang berkepanjangan di tanah air ini, orang mulai mencari peluang usaha-usaha gres di bidang perikanan, dan ternyata perjuangan pembudidayaan ikan koki memperlihatkan impian untuk meraih pendapatan. Maklum ikan ini bila diusahakan dengan baik dan benar sanggup mengantongi dolar yang tidak sedikit.

Perkembangan Usaha Pemeliharaan Mas Koki di Indonesia Perkembangan Usaha Pemeliharaan Mas Koki di Indonesia
Sekitar tahun 1997 dan 1998, perjuangan mas koki digeber, utamanya di daerah Jawa Timur, tepatnya di Tulung Agung. Maka kebun tebu rakyat dalam waktu singkat disulap menjadi bak-bak/kolam mas koki. Saat itu tidak kurang dari 14 jenis mas koki dari jenis ranchu sampai mutiara dipelihara di sana, dan akhirnya menakjubkan.

Pendapatan rakyat Tulung Agung dari perjuangan mas koki, melesat menjadi 7 (tujuh) milyar rupiah, demikian informasi yang diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Tulung Agung. Lain Tulung Agung lain lagi dengan Jakarta dan sekitarnya.

Video Mas Koki:


Di tempat Jakarta jenis mas koki yang dipelihara didominasi oleh jenis unggulan ibarat ranchu, oranda, red cap dan black moor. Walau tidak sehebat Tulung Agung dalam peningkatan pendapatannya, namun Jakarta sejak dulu sudah menjadi pusat produksi dan pemasaran ikan hias, khususnya mas koki. Pemasarannya bahkan sudah bisa menembus pasar luar negeri.

By: MS. Maulan & Harry'S

Baca juga artikel menarik ihwal Mas koki lainnya:
Nama Ilmiah Mas Koki, Mana Yang Benar ?

Nama Ilmiah Mas Koki, Mana Yang Benar ?

Ikan Hias - Nama Ilmiah Mas Koki, Mana yang Benar ? Pada awalnya mas koki diberi nama ilmiah Cyprinus auratus, yang berarti ”ikan berwarna emas dengan tiga lapis ekor”. Tapi rupanya ilmu pengetahuan dalam taksonomi ikan berkembang pesat sehingga dihasilkan nama biologi gres untuk mas koki, yaitu Carrasius auratus.

Namun begitu, lain lagi nama yang diberikan oleh kelompok andal dari forum internasional yang mengatur wacana penamaan zoologi. Para andal membedakan antara karper krusian (crucian carp) dengan mas koki turunannya. Nama gres Carrasius auratus dipakai untuk mas koki dan Carrasius carrasius untuk karper krusian.

Simpang siur nama menjadi semakin runyam sesudah keluar lagi nama gres untuk mas koki. Akhirnya nama yang dianggap paling sempurna untuk mas koki yaitu Carrasius carrasius var auratus. Alasannya, bagaimanapun juga mas koki tadinya berasal dari keturunan crusian carp.

Baca juga artikel menarik wacana Mas koki lainnya:
Morfologi Dan Karakteristik Mas Koki

Morfologi Dan Karakteristik Mas Koki

Ikan Hias - Morfologi dan Karakteristik Mas Koki - Berbeda dengan ikan karper, mas koki tidak dimakan sebagai ikan konsumsi. Mas koki seratus persen dimanfaatkan untuk ikan hias. Ini lantaran bentuk dan warna mas koki yang gila dan menarik. Penampilannya menciptakan pesona yang sangat indah.

a). Bentuk luar

Bentuk luar (morfologi) mas koki hampir ibarat karper. Keduanya sama-sama mempunyai sirip lengkap mirip sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubur, dan sirip ekor. Selain itu juga mempunyai sisik yang berderet rapi.

Walau sepertinya mirip, ternyata mas koki dan karper itu berbeda. Perbedaannya terletak pada bentuk badan, bentuk kepala, bentuk sisik, dan bentuk mata. Bentuk tubuh mas koki pendek dan gempal sehingga lucu kalau bergerak. Mata mas koki ada yang mempunyai balon.

b). Sirip

Sirip mas koki berfungsi sebagai alat gerak. Sirip perut dan sirip dada yang bekerja sama dengan gelembung udara, berfungsi sebagai kontrol terhadap gerakan ke atas dan ke bawah. Jika gelembung udara penuh udara, sirip dada akan bergerak, otomatis mas koki akan muncul ke permukaan air. Sebaliknya kalau gelembung udara kosong dan mengecil, sirip perut yang bergerak, dan mas koki pun menyelam ke cuilan yang lebih dalam.

Selain bentuk siripnya menarik, keelokkan mas koki banyak dipengaruhi oleh formasi sisik-sisik yang rapih mirip genteng epilog atap rumah. Di bawah formasi sisik terdapat kelenjar lendir yang berfungsi sebagai pelindung. Lendir mencegah tubuh dari luka lantaran tabrakan dan melidungi luka dari infeksi.

c). Sisik

Sisik-sisiknya yang gelap mengandung sejenis kristal guanine (C5H5N5O), yang terdapat di dalamnya. Bahan itu membentuk warna, contohnya merah pada sisik mas koki ras Wakin dan Ryukin. Jika tidak mengandung guanine, sisik menjadi transparan (tidak berwarna), contohnya transparan pada mas koki ras Calico dan Shubunkin.

Umumnya sisik mas koki mempunyai warna dasar hitam, merah, kuning dan putih. Masing-masing warna dasar dan contoh warnanya sangat tergantung pada masing-masing ras mas koki.

Keindahan contoh dan kecemerlangan warna mas koki sangat tergantung pada ketersediaan materi pemantul yang terdapat dalam lapisan sisik. Itulah sebabnya ada mas koki berwarna kuning pucat atau merah.

Selain faktor-faktor tersebut di atas, keindahan warna mas koki juga dipengaruhi oleh kadra materi kimia dalam air, cahaya, suhu air, pakan, dan genetik.

d). Bentuk Kepala

Bentuk kepala mas koki sangat menarik. Ada yang lucu bentuk kepalanya mirip yang terdapat pada ras Ranchu, Oranda, dan Pompon. Kepala Ranchu dan Oranda (Spenser) ditutupi jaringan daging yang menebal di kepala dan pipi. Pada Ranchu penebalan jaringan hampir menutupi seluruh cuilan kepala sehingga tampak mirip singa, itulah sebabnya Ranchu juga sering disebut “si Kepala Singa”. Oranda memilki kepala berjambul . Pompon mempunyai pemanis hidung yang menyembul keluar.

e). Mata

Mata mas koki mempunyai iris mata yang tidak sanggup membuka dan menutup. Lensa matanya tidak sanggup berkontraksi luas. Jarak pandangnya sangat akrab dan terbatas. Ketika mencari makan, mas koki lebih mengandalkan penciuman daripada penglihatan.

Ada empat tipe mata mas koki yang lazim dikenal, yakni normal (seperti lazimnya mata ikan karper), mata teleskop (terdapat pada mas koki teleskop), mata teleskop yang mengarah ke atas mirip pada ikan Celestial; dan mata yang berbentuk balon.

f). Telur

Ikan betina sanggup matang telur pada umur satu tahun sedang pada yang jantan lebih muda lagi. Telurnya berukuran 0,7-1,5 mm dan menempel pada benda lain di dalam air, contohnya rumput atau tanama air yang lain.

g). Ikan Omnivor

Pakan mas koki macam-macam. Ikan ini tidak memilih-milih pakan. Selain doyan pakan alami mirip plankton dan organisme dasar perairan, ikan ini juga gemar menyantap pelet buatan manusia. Para hebat biologi menggolongkan mas koki ke dalam ikan omnivor.

Baca juga artikel menarik perihal Mas koki lainnya:
Mutasi Mas Koki

Mutasi Mas Koki

Ikan Hias - Mutasi Mas Koki - Keberadaan mas koki yang sanggup kita temukan kini ini disebabkan oleh mutasi secara besar-besaran, sehingga ikan crucian carp sebagai nenek moyangnya berubah bentuk menjadi mas koki yang dikenal kini ini. Kejadiannya sudah usang sekali, diperkirakan semenjak 1000 tahun atau 8000 tahun sebelum masehi, yakni pada zaman Sung di negeri China.

Perubahan bentuk pertama, juga terjadi di negeri ini yang menghasilkan ikan crusian carp pertama yang berwarna merah, tepatnya di distrik Chiang Su Cheng dan Che Chiang Chen. Sulit dilacak bencana perubahan bentuk ikan ini, lantaran itu dianggap sebagai evolusi saja. Walaupun begitu tidak tidak mungkin bila perubahan tersebut terjadi oleh akhir radiasi sinar matahari, imbas unsur-unsur kimia, atau mungkin juga lantaran serangan virus.

Menurut Perkiraan mutasi yang terjadi dari crusian carp diawali dengan perubahan warna badan menjadi keemasan, maka muncullah turunan pertama yang disebut scarlet crucian yang berwarna merah keemasan.

Proses perubahan warna badan ikan ini dimulai dari perubahan warna hitam pada crucian carp menjadi warna kuning berbintik-bintik di selang-seling warna hitam yang masih dominan. Selanjutnya seluruh badan ikan berwarna kuning yang berubah cepat menjadi warna oranye. Terakhir oranye berubah kegelapan, sampai warna badan ikan menjadi kmerah keemasan.

Penyimpangan warna sanggup saja terjadi, sampai warna putih acapkali juga muncul dengan sendirinya, maka tak heran jikalau muncul individu berbintik putih atau individu berwarna pucat.

Mutasi selanjutnya bersamaan dengan perubahan sirip, yakni sirip ekor menjadi terbuka. Macam dan bentuk sirip ekor yang terjadi tergantung daya pembentuk sirip, sehingga muncul pula mas koki yang memiliki sirip ekor berlapis tiga, empat, bahkan tidak tidak mungkin akan dihasilkan maskopki yang siripnya terpisah.

Ras-ras atau jenis-jenis mas koki yang dihasilkan lantaran mutasi secara alamiah, maupun lantaran campur tangan insan sanggup dilihat dalam gambar-gambar jenis-jenis mas koki.

Baca juga artikel menarik ihwal Mas koki lainnya:
Masalah Pengadaan Benih Udang Vanamei Di Asia

Masalah Pengadaan Benih Udang Vanamei Di Asia

Budidaya udang di Asia Tenggara sedang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Spesies utama budidaya udang yang sebelumnya udang windu, Penaeus monodon, dengan cepat beralih kepada udang putih, P. vannamei. Perubahan ini dimulai di Taiwan pada selesai 1990-an dengan dilakukannya impor induk SPF (spesifik patogen-free) P. vannamei dari Hawaii, USA, lalu masuk ke China, dan ketika ini sedang hangat-hangatnya dikembangkan di Thailand.

Hal tersebut dilakukan dengan latar belakang pertumbuhan P. vannamei yang lebih cepat, produksi yang lebih tinggi, dan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan produksi yang sanggup dicapai P. monodon. Secara biologis keunggulan P. vannamei ini yaitu benihnya yang berasal dari induk impor dengan status SPF dan lalu didomestikasi. Sebaliknya, banyak postlarvae P. monodon dihasilkan dari induk liar hasil penangkapan dari alam yang kemungkinan sanggup terkotori oleh patogen.

Artikel ini merupakan bab dari keseluruhan artikel yang mengulas perihal Masalah Pengadaan Benih Udang Vanamei di Asia. Lanjutan dari artikel ini sanggup dilihat pada posting berikutnya di sini.

Produksi Nauplii Udang Vannamei Di Asia

Produksi Nauplii Udang Vannamei Di Asia

Sebagian besar hatchery udang di Asia mempunyai mekanisme pembenihan udang Vanamei yang sama dengan operasional hatchery di negeri Barat. Misalnya, operator pembenihan di Asia dengan cepat dan gampang mengadopsi penggunaan bloodworms untuk diet pematangan induk Vanamei. Sebagian hatchery di Asia memakai cacing darah (bloodworm) hidup yang dikumpulkan dari pantai-pantai di sekitarnya.

Cacing darah yang dihasilkan di tempat beriklim sedang sanggup mempunyai nilai gizi yang tinggi untuk pematangan induk jika dibandingkan dengan cacing darah dari tempat tropis. Di Barat, cacing darah dari Panama tidak seproduktif yang dihasilkan dari tempat Maine, Amerika Serikat. Di Asia, cacing darah dari tempat Shanghai Cina, merupakan tempat beriklim sedang, dilaporkan menghasilkan nauplii yang lebih tinggi daripada cacing darah dari Pattaya, yang merupakan tempat tropis.

Suatu penemuan yang menarik dari produksi nauplii P. vannamei telah berkembang di Asia. Pada hampir semua pembenihan P. windu di tempat Barat, induk jantan dan betina dipelihara bersama dalam satu tangki maturasi. Pemijahan secara alami dari induk-induk tersebut terjadi pada ketika sebelum induk betina matang gonad dan siap untuk memijah. Setiap hari pada ketika matahari terbenam, induk betina yang akan dipijahkan ditransfer dari tangki induk untuk pemijahan tank sebelum mereka bertelur. Pada ketika malam, induk betina bertelur dan akan dikembalikan ke tangki induk keesokan paginya.

Di Asia, hatchery memelihara induk udang jantan dan betina dalam suatu tangki yang terpisah. Induk betina yang telah matang gonad dipindahkan pada sore hari ke dalam tangki induk jantan yang telah siap memijah, di mana mereka akan dengan cepat berpasangan. Setelah gelap, induk betina dipindahkan ke tangki pemijahan. Sebagian besar operator hatchery di Asia menyatakan bahwa metode ini menghasilkan frekuensi pemijahan yang lebih tinggi daripada memakai sistem induk adonan jantan-betina. Operator pembenihan di Asia memakai 200 pasang induk Vanamei untuk menghasilkan 3-4000000 nauplii/hari, dengan 10-15% dari induk betina yang memijah setiap malam dan 135,000-225,000 nauplii/pemijahan.