Kajian Sistem Administrasi Mutu Pada Pengolahan Ikan Jambal Roti Di Pangandaran - Kabupaten Ciamis
Jurnal Penelitian Perikanan - Kajian Sistem Manajemen Mutu pada Pengolahan Ikan Jambal Roti di Pangandaran - Kabupaten Ciamis - ABSTRAK : Istilah “ikan jambal roti” merupakan sebutan untuk ikan manyung asin. Usaha pengolahan “ikan jambal roti” di Pangandaran berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu aspek yang perlu dikaji dalam pengembangan perjuangan tersebut yaitu sistem manajemen mutu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan keamanan materi baku maupun produk, tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar, hubungan antara sudut post rigor mortis dengan nilai organoleptik materi baku, hubungan ganda antara nilai organoleptik materi baku dan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar dengan nilai organoleptik produk, hubungan masingmasing antara pendidikan dan pengalaman perjuangan para pengolah dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar, serta memilih Critical Control Points (CCP) pada pengolahan “ikan jambal roti” di Pangandaran. Jenis penelitian ini studi kasus, dengan subyek penelitiannya yaitu unit pengolahan “ikan jambal roti” yang berjumlah 9 unit. Seluruh unit pengolahan dijadikan sampel penelitian, kecuali untuk pengujian kandungan total kuman (Total Plate Count) hanya diambil tiga sampel unit pengolahan dengan memakai metode purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya mutu materi baku (rata-rata nilai mutu = 7, pembulatan) dan mutu produk (rata-rata nilai mutu = 6,6) “ikan jambal roti” di Pangandaran secara organoleptik telah memenuhi syarat standar mutu berdasarkan SNI. Namun demikian, keamanan produk masih diragukan sebab rata-rata TPC-nya cukup tinggi (1,3 x 105 koloni/g) dan melebihi standar maksimum TPC ikan asin kering berdasarkan SNI. Secara keseluruhan, tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar masih rendah (rata-rata tingkat penerapan = 54,78 %). Pada taraf iman 5 %, terdapat hubungan konkret antara sudut post rigor mortis dengan nilai organoleptik materi baku (r = 0,956). Demikian juga, nilai organoleptik materi baku dan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar berkorelasi konkret dengan nilai organoleptik produk (R = 0,978). Pengalaman perjuangan berkorelasi konkret dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar (r = 0,847). Sedangkan, antara pendidikan dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar tidak terdapat hubungan konkret (r = 0,020). Tahap proses yang dinyatakan sebagai Critical Control Points (CCP) yaitu penerimaan materi baku dan penjemuran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan keamanan materi baku maupun produk, tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar, hubungan antara sudut post rigor mortis dengan nilai organoleptik materi baku, hubungan ganda antara nilai organoleptik materi baku dan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar dengan nilai organoleptik produk, hubungan masingmasing antara pendidikan dan pengalaman perjuangan para pengolah dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar, serta memilih Critical Control Points (CCP) pada pengolahan “ikan jambal roti” di Pangandaran. Jenis penelitian ini studi kasus, dengan subyek penelitiannya yaitu unit pengolahan “ikan jambal roti” yang berjumlah 9 unit. Seluruh unit pengolahan dijadikan sampel penelitian, kecuali untuk pengujian kandungan total kuman (Total Plate Count) hanya diambil tiga sampel unit pengolahan dengan memakai metode purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya mutu materi baku (rata-rata nilai mutu = 7, pembulatan) dan mutu produk (rata-rata nilai mutu = 6,6) “ikan jambal roti” di Pangandaran secara organoleptik telah memenuhi syarat standar mutu berdasarkan SNI. Namun demikian, keamanan produk masih diragukan sebab rata-rata TPC-nya cukup tinggi (1,3 x 105 koloni/g) dan melebihi standar maksimum TPC ikan asin kering berdasarkan SNI. Secara keseluruhan, tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar masih rendah (rata-rata tingkat penerapan = 54,78 %). Pada taraf iman 5 %, terdapat hubungan konkret antara sudut post rigor mortis dengan nilai organoleptik materi baku (r = 0,956). Demikian juga, nilai organoleptik materi baku dan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar berkorelasi konkret dengan nilai organoleptik produk (R = 0,978). Pengalaman perjuangan berkorelasi konkret dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar (r = 0,847). Sedangkan, antara pendidikan dengan tingkat penerapan Program Kelayakan Dasar tidak terdapat hubungan konkret (r = 0,020). Tahap proses yang dinyatakan sebagai Critical Control Points (CCP) yaitu penerimaan materi baku dan penjemuran.
Kata kunci : Sistem administrasi mutu, ikan jambal roti
Uji Aktivitas Antibakteri Kitosan dari Kulit Udang terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan Metode Difusi Agar
0 Response to "Kajian Sistem Administrasi Mutu Pada Pengolahan Ikan Jambal Roti Di Pangandaran - Kabupaten Ciamis"
Post a Comment